Cikeas
- Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN),
Nusron Wahid, membuka Pelatihan Refleksi dan Aktualisasi Integritas (PRESTASI)
yang diikuti oleh 40 jajaran aparatur sipil negara (ASN) Kementerian ATR/BPN
pada Selasa (11/08/2026). Baginya, seorang ASN harus terbentuk dan terbina
menjadi insan yang bersemangat mempermudah urusan masyarakat.
“Semangat
kita adalah mempermudah rakyat. Kenapa kita harus mempermudah rakyat? Karena
birokrasi memang dibuat untuk mempermudah,” ujar Menteri ATR/Kepala BPN saat
membuka PRESTASI di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) ATR/BPN,
Cikeas, Selasa.
PRESTASI
ini untuk pertama kalinya diselenggarakan Kementerian ATR/BPN bekerja sama
dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Program ini merupakan bagian dari
upaya penguatan integritas ASN melalui pendidikan antikorupsi. Angkatan pertama
PRESTASI terdiri dari 40 peserta yang meliputi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama
dan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) BPN.
Di
hadapan jajarannya, Menteri Nusron mengingatkan bahwa semangat mempermudah
masyarakat perlu diwujudkan melalui perilaku aparatur dalam menjalankan tugas
sehari-hari. Hal itu penting dipedomani bagi jajaran Kementerian ATR/BPN yang
75-80% tugas pokoknya adalah pelayanan publik, terutama di bidang pertanahan
dan tata ruang.
“Dengan
adanya pelatihan ini saya sangat sungguh gembira karena terkait dengan
transformasi pelayanan yang sudah dan sedang kita lakukan. Kunci dari
transformasi pelayanan yang saat ini kita kerjakan itu adalah kami sudah
membuat rumus, berkali-kali saya sampaikan, tergantung dengan dua S: Sistem dan
Sinten (SDM). Pelatihan kali ini meningkatkan kualitas Sinten,” ungkap Menteri
Nusron.
Wakil
Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo menjelaskan bahwa PRESTASI diarahkan untuk
membangun mentalitas dan moralitas agar setiap ASN memiliki kemauan untuk tidak
melakukan korupsi, termasuk ketika terdapat kesempatan untuk melakukannya.
Menurutnya, upaya pemberantasan korupsi dilakukan melalui pendidikan,
pencegahan, dan penindakan, dengan pendidikan menjadi salah satu fondasi
penting dalam membangun integritas.
“Integritas
itu harus ditunjukkan dengan perbuatan. Apa yang kita katakan benar, ya benar.
Apa yang kita katakan salah, ya salah. Apa yang kita katakan di depan, jangan
korupsi, di belakang juga kita tidak boleh korupsi. Itu namanya berintegritas,”
tutur Ibnu Basuki Widodo.
Melalui
PRESTASI, Kementerian ATR/BPN bersama KPK mendorong penguatan integritas ASN
yang dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas dan pengambilan keputusan
sehari-hari. Penguatan tersebut diharapkan membentuk budaya kerja yang
berorientasi pada kemudahan masyarakat dalam setiap pelayanan pertanahan dan
tata ruang.
Pada
kesempatan ini, Menteri ATR/Kepala BPN hadir didampingi Sekretaris Jenderal
ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan dan Inspektur Jenderal ATR/BPN Pudji Prasetijanto.
Turut hadir, Direktur Pendidikan dan Pelatihan Antikorupsi pada KPK, Yonathan
Demme Tangdilintin. (JM/CK)
0 Komentar