21
Yogyakarta – Menteri
Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron
Wahid, menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan KOPDAR Bareng Mas Dar
bertajuk Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia yang diselenggarakan oleh Total
Politik di Auditorium Joglo GIK, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Senin
(15/06/2026). Dalam dialog terbuka tersebut, Menteri Nusron menyatakan bahwa
kritik dan masukan dari masyarakat merupakan bagian penting dalam upaya
memperbaiki kualitas kebijakan publik.
“Kalau pejabat tidak mau, orang yang berkhidmat untuk kepentingan umum, tidak
mau dicaci maki, maka sesungguhnya yang bersangkutan tidak lulus menjadi
pejabat publik. Saya ingin kebijakan saya harus lebih baik maka saya harus
mendengarkan keluhan-keluhan masyarakat,” ujar Menteri Nusron di hadapan para
peserta dialog yang mayoritas merupakan mahasiswa.
Dalam dialog yang digelar untuk memperingati Bulan Pancasila tersebut, Menteri
Nusron mengajak mahasiswa menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam penyelenggaraan pemerintahan
dan pelayanan publik. Menurutnya, keterbukaan terhadap kritik dan aspirasi
masyarakat merupakan salah satu bentuk implementasi nilai-nilai Pancasila dalam
proses perumusan kebijakan publik.
“Ini di bulan Pancasila, apakah kebijakan publik yang saya ambil dalam
pemerintahan, sudah sesuai apa tidak. Sudah sesuai dengan pancasila atau tidak,
kalau belum ayo kita koreksi bersama-sama, item-item apa yang belum sesuai
dengan pancasila,” lanjut Menteri Nusron.
Lebih lanjut, kegiatan yang berlangsung pada Senin malam tersebut juga
bertepatan dengan momentum Malam Tahun Baru Islam. Dalam kesempatan itu,
Menteri Nusron mengajak para peserta menjadikan Tahun Baru Islam sebagai sarana
refleksi dan evaluasi diri. Menurutnya, setiap individu perlu terus melakukan
perbaikan agar menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu. “Barang
siapa yang hari ini lebih baik daripada hari yang lalu, maka dia termasuk orang
yang beruntung,” tuturnya.
Menteri Nusron menjelaskan bahwa prinsip tersebut tidak hanya berlaku dalam
kehidupan pribadi, tetapi juga dalam penyelenggaraan pemerintahan. Oleh karena
itu, menurutnya, setiap kebijakan yang dihasilkan harus terus dievaluasi dan
disempurnakan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
“Karena saya mau beruntung, maka kebijakan-kebijakan saya itu harus lebih
baik,” ujar Menteri Nusron.
Kopdar kali ini dihadiri oleh Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono dan Kepala
Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko. Dialog
kali ini sempat berlangsung selama 30 menit sebelum akhirnya dihentikan karena
suasana menjadi tidak kondusif. Dalam kesempatan ini, Menteri Nusron juga
didampingi oleh sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kementerian ATR/BPN
dan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kakanwil BPN) Provinsi
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sepyo Achanto beserta jajaran
0 Komentar